Minggu, 20 Agustus 2017

Rekreasi Juga Hak Difabel, Sudahkah Terpenuhi?

Pagi-pagi, grup WA Difabel Banua Bersatu sudah rame.

"Kami sudah kumpul di Menara Pandang" Pak Slamet, ketua PPDI Kota Banjarmasin mengabari.

"Mana nih mbak Dhede?" tanya Siah, seorang difabel daksa yang walau baru abis operasi rahim, semangatnya gak pernah padam.

"Ibu Dhede, Hadangi (tunggu) bubuhan (teman2) tuli mau ke sini" pinta Rini, seorang difabel ruwi.
Aku ketawa membaca komen-komen mereka di WA. Ibu? wkwkwkwk... Emang begitu cara teman-teman Tuli menghargai orang lain, walau pernah ku minta panggil 'Dhede' saja. Bisa jadi karena wajahku yang terlalu boros.


"Bentar ya, aku dibelakang teman-teman. Lagi ngobrol sama teman-teman LBH" kataku.

Tak lama, kami pun ngumpul. Komplit difabelnya. :D Ada yang daksa polio, cerebral palsy, netra, ruwi, paraplegy, dengan berbagai alat bantu yang mereka gunakan. Ada juga yang tidak menggunakan alat bantu.

Minggu, 16 Juli 2017

Anak Tangga dan Kemanusiaan

Seminggu ini naik turun tangga fasilitas publik untuk sebuah kepentingan kegiatan. Ada yang dua lantai, dan yang paling sering tiga lantai. Berhubung 'Si Kiri' sedang ngambek selama setahun ini, aku harus jeda 2 menit untuk ambil napas, istirahat berulang-ulang. Jalan 10 langkah, istirahat lagi. Di situasi kek gini, teman jalan yang baik, si kruk, malah kelupaan di rumah Ternate.

Desahan pasrah keluar begitu saja setiap memandang ke atas puluhan anak tangga yang berjejer rapi bak parade pasukan baris berbaris di 17 Agustus. Untuk menghibur diri, aku berbisik dalam hati, bahwa si pembuat bangunan

Senin, 29 Mei 2017

Selangkangan!



Manusia macam apa kau?
Memerah hasrat lalu bilang spontan sakau?
Otakmu sungguh kacau!!

Jika pun hanya sekali  aku tak ampuni
Apalagi dua kali kupergoki
Penismu menari-nari
Pantat yang terbungkus kain pun kau coba jejali
Lantas kau bilang tak sadari?
BABI!!!



Jogja, 29 Mei 2017 

Minggu, 14 Mei 2017

Sastrawan Selangkangan (SS)



Seorang pemerkosa
Seorang penyair pemerkosa
Seorang penyair memperkosa
Seorang penyair memperkosa seorang perempuan
Seorang penyair memperkosa seorang perempuan dan tak mau mengakuinya
Seorang penyair memperkosa seorang perepuan dan tak mau mengakuinya, lalu kini leluasa berkarya
Ia pemerkosa yang dibiarkan tetap menjadi penyair

Kamis, 23 Maret 2017

Tanah dan Seorang Terpelajar




Dok. #Save Taliabu
Seorang terpelajar bertanya pada bapaknya
Wahai bapak, kenapa begitu angkuh engkau menjual tanah kita
Pada para kompeni-kompeni dan darah biru?
Taukah engkau  bahwa mereka adalah tuan-tuan serakah?
Mereka akan merubah tanah ini menjadi api dan lautan darah  para balakusu